Berjalan pelan naik sepeda kumbang
Keliling kota kunjungi kawan-kawan
Tenang….tenang nian
Santai….santai nian
Begitu nyaman nongkrong diangkringan
Nasi dan gorengan tambah kopi hitam
mmmm…nikmat nian
mmmm…nyaman nian
*semua rasa kami juga
yang pernah bersamamu
semua rasa kami juga
ramah tamah senyumanmu
untukmu jogjakarta…untukmu..
terimakasih jogja atas ruang yang ada
untuk tetap disini dalam ruang imagi
terimakasih jogja kau beri aku nafas
nafas dari segala geliat para pengabdi
kukayuh lagi sepeda pinjaman
lihat pameran pameran lukisan
para….. para seniman
dari berbagai kalangan
back to*
jogjakarta pagi hari
jogjakarta siang hari
jogjakarta sore hari
jogjakarta malam hari
jogjakarta dini hari
Cawang, 14 feb 2004
Jumat, 16 April 2010
YO! MINUM KOPI Cipt : Acil
Dirumah dan dikantor hanya marah-marah
Membuat telinga semakin memerah
Garis keras wajah merenggut tak ceria
Padahal umurmu belum begitu tua
Kalau bicara lagaknya seorang bos besar
Dalam otakmu hanyalah uang semata
Suruh sana-suruh sini bagai penguasa
Jari telunjuk menodong tanpa ada makna
Santailah sedikit
Jangan marah-marah
Kalau marah-marah
Nanti cepat pergi
Sayangilah diri
Jangan marah lagi
Nanti cepat mati
Hidup hanya sekali ini
Yo nikmati..
Hai bapak setengah tua
Singgahlah disini
Mari hadapi hari ini
Dengan sedikit minum kopi
Walau basi
Cireundeu, 3 Agustus 2002
Membuat telinga semakin memerah
Garis keras wajah merenggut tak ceria
Padahal umurmu belum begitu tua
Kalau bicara lagaknya seorang bos besar
Dalam otakmu hanyalah uang semata
Suruh sana-suruh sini bagai penguasa
Jari telunjuk menodong tanpa ada makna
Santailah sedikit
Jangan marah-marah
Kalau marah-marah
Nanti cepat pergi
Sayangilah diri
Jangan marah lagi
Nanti cepat mati
Hidup hanya sekali ini
Yo nikmati..
Hai bapak setengah tua
Singgahlah disini
Mari hadapi hari ini
Dengan sedikit minum kopi
Walau basi
Cireundeu, 3 Agustus 2002
WANITA IMPIAN MALAM Cipt : Acil
Pagi datang lambat kuhisap udaranya
Hampir siang masih dalam gendongan lelap
Engkau datang tadi malam dalam tidurku
Senyum senang menyapa halus imagiku
Ya… wanita impian malam
Datanglah segera kesini
Bukan cuma dalam bayangan
Bagusnya dalam kenyataan
Kata manis keluar dari bibir manis
Sumpah janji beri aku minuman lagi
Ya… jangan cuman kasih mimpi
Ya .. coba beri aku bukti
Agar tetap tinggal disini
Bersama kita pijak bumi
Bersama kita bangun lagi
Bersama kita hidup lagi
Cawang, Des 2003.
Hampir siang masih dalam gendongan lelap
Engkau datang tadi malam dalam tidurku
Senyum senang menyapa halus imagiku
Ya… wanita impian malam
Datanglah segera kesini
Bukan cuma dalam bayangan
Bagusnya dalam kenyataan
Kata manis keluar dari bibir manis
Sumpah janji beri aku minuman lagi
Ya… jangan cuman kasih mimpi
Ya .. coba beri aku bukti
Agar tetap tinggal disini
Bersama kita pijak bumi
Bersama kita bangun lagi
Bersama kita hidup lagi
Cawang, Des 2003.
WALAU Cipt acil
Walau bumi terbelah dua
Walau hujan tak berhenti
Walau angin tak bicara
Walau pijak tak terarah
Rahasia tak lagi rahasia
Kehilangan lagi tak dipersoalkan
Ada kamu disisiku
ada jiwa padat cinta
Aku butuh kamu tidak sekedarnya
Aku butuh kamu segalanya
Sentuh tangan dipundaku
Cukup jadi alasanku
Untuk tau rahasiamu
Walau sebagian saja
Lenteng Agung Juni 2005
Walau hujan tak berhenti
Walau angin tak bicara
Walau pijak tak terarah
Rahasia tak lagi rahasia
Kehilangan lagi tak dipersoalkan
Ada kamu disisiku
ada jiwa padat cinta
Aku butuh kamu tidak sekedarnya
Aku butuh kamu segalanya
Sentuh tangan dipundaku
Cukup jadi alasanku
Untuk tau rahasiamu
Walau sebagian saja
Lenteng Agung Juni 2005
WAJAR SAJA Cipt : Acil
Seperti pasir dipantai
Menuruti ombak
Kemanapun kau pergi
Ikuti langkah kaki
Dengan sederhana
Tak ada yang istimewa
nanananananananana
nanananananananana
lagu lama tetap terdengar
riuh rendah diantara lagu muda yang terus terus berdatangan
lagu muda yang bergelora
bagai ombak ditengah samudra yang terus bergarak tanpa berhenti
heyayaya
heyayaya
menggantikan cerita lama dengan cerita yang baru
wujud dan waktu yang pasti akan selalu berbeda
rupa dan warna waktu terus berputar tak henti menemani
Cawang 5 okt , 2003.
Menuruti ombak
Kemanapun kau pergi
Ikuti langkah kaki
Dengan sederhana
Tak ada yang istimewa
nanananananananana
nanananananananana
lagu lama tetap terdengar
riuh rendah diantara lagu muda yang terus terus berdatangan
lagu muda yang bergelora
bagai ombak ditengah samudra yang terus bergarak tanpa berhenti
heyayaya
heyayaya
menggantikan cerita lama dengan cerita yang baru
wujud dan waktu yang pasti akan selalu berbeda
rupa dan warna waktu terus berputar tak henti menemani
Cawang 5 okt , 2003.
UNTUKMU UNTUKU Cipt : Acil
Ceriaku untukmu
Ceriamu untuku
Ceriakan padaku
Tentang semua ceriamu
Ceritaku untukmu
Ceritamu untuku
Ceritakan padaku
Tentang semua ceritamu
Kudakularikudakuluka
Kudakidakisudahkuduga
Kudakudakuuratkakiku
kurangkuatkurangcepat
nyanyianku untukmu
nyanyianmu untuku
kunyanyikan untukmu
kubernyanyi kepadamu
teriaku untukmu
teriakmu untuku
teriakan padaku
tentang sluruh teriakmu
Cireundeu, 09 2002
Ceriamu untuku
Ceriakan padaku
Tentang semua ceriamu
Ceritaku untukmu
Ceritamu untuku
Ceritakan padaku
Tentang semua ceritamu
Kudakularikudakuluka
Kudakidakisudahkuduga
Kudakudakuuratkakiku
kurangkuatkurangcepat
nyanyianku untukmu
nyanyianmu untuku
kunyanyikan untukmu
kubernyanyi kepadamu
teriaku untukmu
teriakmu untuku
teriakan padaku
tentang sluruh teriakmu
Cireundeu, 09 2002
TINGGAL CERITA Cipt : Acil
Ombak dan pasir saling bersentuhan
Nyanyikan tarian alam
Buih-buih bergerak pelan
Bawakan kabar samudra
Dan angin laut meniup lembut
Burung-burungpun terbang di awan
Anak nelayan bentangkan layarnya
Siap arungi samudra
Laju perahu sebentar melaju
Tinggalkan tanah sang ibu
Dan angin laut meniup lembut
Burung-burungpun antar kau pergi
Namun semua hanya tinggal cerita
Dongeng kala kita sedang berduka
Dari para penguasa surga-surga dunia
Untuk penuhi kantong mereka
Cireundeu 2001
Nyanyikan tarian alam
Buih-buih bergerak pelan
Bawakan kabar samudra
Dan angin laut meniup lembut
Burung-burungpun terbang di awan
Anak nelayan bentangkan layarnya
Siap arungi samudra
Laju perahu sebentar melaju
Tinggalkan tanah sang ibu
Dan angin laut meniup lembut
Burung-burungpun antar kau pergi
Namun semua hanya tinggal cerita
Dongeng kala kita sedang berduka
Dari para penguasa surga-surga dunia
Untuk penuhi kantong mereka
Cireundeu 2001
TEKAN REDAM Cipt : Acil
Tekan memang harus ditekan
Segala bentuk keinginan
Kalau hanya untuk jadi pemenang
Atau mencari kesenangan
Redam memang harus diredam
Segala bentuk dendam
Kalau hanya ciptakan kehancuran
Menjadikan sebagian korban
Langitku semakin merah
Hutanku terbakar amarah
Bumiku semakin sempit
Udara terasa sesak
Tiada lagi pohon
Tiada lagi daun
Semua telah sirna
Aaaaaa
mana langit untuk berteduh anak-anaku nanti
mana bumi untuk berpijak anak-anaku nanti
mana udara untuk dihisap anak-anaku nanti
mana air susu kehidupan untuk anak-anaku nanti
Crireundeu, juli 2002.
Segala bentuk keinginan
Kalau hanya untuk jadi pemenang
Atau mencari kesenangan
Redam memang harus diredam
Segala bentuk dendam
Kalau hanya ciptakan kehancuran
Menjadikan sebagian korban
Langitku semakin merah
Hutanku terbakar amarah
Bumiku semakin sempit
Udara terasa sesak
Tiada lagi pohon
Tiada lagi daun
Semua telah sirna
Aaaaaa
mana langit untuk berteduh anak-anaku nanti
mana bumi untuk berpijak anak-anaku nanti
mana udara untuk dihisap anak-anaku nanti
mana air susu kehidupan untuk anak-anaku nanti
Crireundeu, juli 2002.
SUARA PRIBADI Cipt : Acil
Pada loncatan pikiran yang lain
Ada banyak jalan yang jadi pilihan
Siapa tuan siapa dewa yang patut dianut
Hanya suara pribadi yang beri jawaban
Berguru pada orang dan pengalaman
Sejarah dan kitab jadikan tuntunan
Siapa aku siapa kamu siapa dia
Hanya suara pribadi yang beri jawaban
Semua ada ruangnya
Semua ada garisnya
Semua punya warnanya
Semua punya kitabnya
Nananan nanananan nana
Yang tertindas di dalam harinya
Meneyebut berjuta nama dewa
Kembang dari pikiran
Menyentuh peradaban
Membuat perjanjian diri sendiri
Duren tiga, 2004
Ada banyak jalan yang jadi pilihan
Siapa tuan siapa dewa yang patut dianut
Hanya suara pribadi yang beri jawaban
Berguru pada orang dan pengalaman
Sejarah dan kitab jadikan tuntunan
Siapa aku siapa kamu siapa dia
Hanya suara pribadi yang beri jawaban
Semua ada ruangnya
Semua ada garisnya
Semua punya warnanya
Semua punya kitabnya
Nananan nanananan nana
Yang tertindas di dalam harinya
Meneyebut berjuta nama dewa
Kembang dari pikiran
Menyentuh peradaban
Membuat perjanjian diri sendiri
Duren tiga, 2004
SUARA DARI LANGIT Cipt : Acil
Suara-suara dari langit
Bergelora keras memenuhi cakrawala
Lewat hujan lewat badai
Mungkin ingin katakan bahwa jalan kita salah
Akan ada berita dari langit hampiri
Gerak-gerik kehidupan didunia sementara
Sebatas waktu yang dijanjikan
Saat langit hitam gelap berarak
Menyelimuti
Riak gelombang kesombongan manusia di dunia
Berperang demi keyakinan
Dan para malaikat berbondong-bondong
Dendangkan lagu-lagu peringatan
Dan para malaikat berbondong-bondong
Saksikan berjuta-juta kerusakan
Cireundeu 2002
Bergelora keras memenuhi cakrawala
Lewat hujan lewat badai
Mungkin ingin katakan bahwa jalan kita salah
Akan ada berita dari langit hampiri
Gerak-gerik kehidupan didunia sementara
Sebatas waktu yang dijanjikan
Saat langit hitam gelap berarak
Menyelimuti
Riak gelombang kesombongan manusia di dunia
Berperang demi keyakinan
Dan para malaikat berbondong-bondong
Dendangkan lagu-lagu peringatan
Dan para malaikat berbondong-bondong
Saksikan berjuta-juta kerusakan
Cireundeu 2002
SONETA BUAT de MILO Cipt : Acil Gubahan : Pablo Neruda
Kutak cinta kamu seperti mawar putih
Atau batu topaz
Ataupun seperti panah api yang dilepaskan
Kucinta kamu seperti kegelapan
Yang rindu untuk dicintai
Dalam rahasia antara bayangan dan jiwa
kucinta kamu seperti tanaman tak bersemi
namun tersirat dirinya
menyimpan cahaya bunga yang tersembunyi
berkat cintamu sebuah wujud keharuman
bangkit dari bumi bersemayam didalam ragaku
kucinta kamu tanpa tau alasanya
sejak kapan atau dari mana
kucinta kamu dengan sederhana
tanpa kerumitan atapun kesombongan
begitulah aku mencintaimu
karna aku tau tiada jalan lain
selain ini, jika aku tak ada
maka kaupun tak ada
begitu dekatnya hingga tanganmu
yang berada didadaku adalah tanganku
begitu dekatnya hingga matamu terpejam
dan akupun tertidur
disini diruang kerinduan sukmaku
dan berikan aku satu kata terserah kau!
Cawang, 03.
Atau batu topaz
Ataupun seperti panah api yang dilepaskan
Kucinta kamu seperti kegelapan
Yang rindu untuk dicintai
Dalam rahasia antara bayangan dan jiwa
kucinta kamu seperti tanaman tak bersemi
namun tersirat dirinya
menyimpan cahaya bunga yang tersembunyi
berkat cintamu sebuah wujud keharuman
bangkit dari bumi bersemayam didalam ragaku
kucinta kamu tanpa tau alasanya
sejak kapan atau dari mana
kucinta kamu dengan sederhana
tanpa kerumitan atapun kesombongan
begitulah aku mencintaimu
karna aku tau tiada jalan lain
selain ini, jika aku tak ada
maka kaupun tak ada
begitu dekatnya hingga tanganmu
yang berada didadaku adalah tanganku
begitu dekatnya hingga matamu terpejam
dan akupun tertidur
disini diruang kerinduan sukmaku
dan berikan aku satu kata terserah kau!
Cawang, 03.
SIKLUS Cipt : Acil
Kumbang-kumbang berterbangan
Mencari madu bunga
Bunga-bunga tebarkan wangi
Jerat hidung sang kumbang
Aaa kehidupan
Aaa terus berputar
Adam dan hawa tawarkan cerita
Problema dunia
Ada tangisan ada senyuman
Disetiap cerita
Aaa kehidupan
Aaa terus berputar
Reff:
Setiap insan punya rasa cinta
Namun kadang sering lupa
Cireundeu, 2001.
Mencari madu bunga
Bunga-bunga tebarkan wangi
Jerat hidung sang kumbang
Aaa kehidupan
Aaa terus berputar
Adam dan hawa tawarkan cerita
Problema dunia
Ada tangisan ada senyuman
Disetiap cerita
Aaa kehidupan
Aaa terus berputar
Reff:
Setiap insan punya rasa cinta
Namun kadang sering lupa
Cireundeu, 2001.
SAYAP ELANG Cipt : Acil
Saat itu kudengar suaramu
Bebas keras dan lepas
Binar mata tajam semangat
Bagai elang terbang lepas
Tak ada cerita pilu
Membungkus hatimu
Tak ada rasa takut
Mengikat hatimu
Sayapmu dewiku
Cintaku …… untukmu
Terbang lepas jauh diangkasa
Samudra biru luas kau lewat
*Smangat hidupmu
Jadikan temanku
Hari ini kau berdiri lagi tepat didepan pintuku
Ceria menyapa wajahmu
Tetap seperti yang dulu
Tak ada yang berubah dengan mu
Bahkan semangatmu
Makin besar mengalahkan garis usiamu
Bak to*
Cireundeu, 2 feb 2004
Bebas keras dan lepas
Binar mata tajam semangat
Bagai elang terbang lepas
Tak ada cerita pilu
Membungkus hatimu
Tak ada rasa takut
Mengikat hatimu
Sayapmu dewiku
Cintaku …… untukmu
Terbang lepas jauh diangkasa
Samudra biru luas kau lewat
*Smangat hidupmu
Jadikan temanku
Hari ini kau berdiri lagi tepat didepan pintuku
Ceria menyapa wajahmu
Tetap seperti yang dulu
Tak ada yang berubah dengan mu
Bahkan semangatmu
Makin besar mengalahkan garis usiamu
Bak to*
Cireundeu, 2 feb 2004
SATU Cipt : Acil
Satu suara ….kau ada disana
Satu suara…..ku ada disini
Menyebut satu nama
Dalam setiap doa
Yang dibarat dan yang ditimur
Sama-sama melantunkan cinta
Diutara dan selatan
Juga sama mengagungkan cinta
Reff :
Satu nama satu kata satu suara
Satu cerita satu doa satu makna
Cireundeu, 09 2002.
Satu suara…..ku ada disini
Menyebut satu nama
Dalam setiap doa
Yang dibarat dan yang ditimur
Sama-sama melantunkan cinta
Diutara dan selatan
Juga sama mengagungkan cinta
Reff :
Satu nama satu kata satu suara
Satu cerita satu doa satu makna
Cireundeu, 09 2002.
SAKSI HITAM Cipt : Acil
Tubuh-tubuh hitam
Bergelimpang gampang
Bercampur dengan tumor-tumor penghianatan
Tubuh-tubuh hangus terbakar
Menjadi saksi sejarah hitam negeriku
…….kalau sudah begini….
Siapa yang mesti disalahkan
Siapa yang harus jadi kambing hitam
Semua nampak sah-sah saja
Reff:
Cuma karena beda alasan
Harus terjadi peperangan
Saling sikut saling serang
Saling membinasakan
Cuma karena beda alasan
Harus korbankan nyawa orang
Membunuh jadi keyakinan
Merusak jadi kepentingan
Perahu layarku tiang benderanya sedang rapuh
Ooo perahu layarku badai terus menghantam terus menghadang
Perahu layarku tiang benderanya semakin rapuh
Ooo perahu layarku tenang-tenanglah
Cireundeu, 2002.
Bergelimpang gampang
Bercampur dengan tumor-tumor penghianatan
Tubuh-tubuh hangus terbakar
Menjadi saksi sejarah hitam negeriku
…….kalau sudah begini….
Siapa yang mesti disalahkan
Siapa yang harus jadi kambing hitam
Semua nampak sah-sah saja
Reff:
Cuma karena beda alasan
Harus terjadi peperangan
Saling sikut saling serang
Saling membinasakan
Cuma karena beda alasan
Harus korbankan nyawa orang
Membunuh jadi keyakinan
Merusak jadi kepentingan
Perahu layarku tiang benderanya sedang rapuh
Ooo perahu layarku badai terus menghantam terus menghadang
Perahu layarku tiang benderanya semakin rapuh
Ooo perahu layarku tenang-tenanglah
Cireundeu, 2002.
SAKSI (Untuk Aceh) Cipt : Acil
Duduk disini dipinggir angin
Ingin kugapai tangan-tangan yang hilang
Kucoba tawar dengan niatku
Pergi kesana lewat hatiku
Seorang kawanku , pamit kesana
Menuju pulau dermaga segala berita
Ditanah yang terguncang
Kau buat kesepakatan
Dengan nurani yang terlatih untuk peduli
Smoga kawan yang hadir
Bersama tanah yang terguncang
Tetap tegar dalam hati yang penuh ikhlas
Bukan lagi berwujud itungan
Kala semuanya dianggap saudara
Tak dibeda-bedakan
Selamat jalan smoga kau tulus iklas
Duren tiga, februari 05
Ingin kugapai tangan-tangan yang hilang
Kucoba tawar dengan niatku
Pergi kesana lewat hatiku
Seorang kawanku , pamit kesana
Menuju pulau dermaga segala berita
Ditanah yang terguncang
Kau buat kesepakatan
Dengan nurani yang terlatih untuk peduli
Smoga kawan yang hadir
Bersama tanah yang terguncang
Tetap tegar dalam hati yang penuh ikhlas
Bukan lagi berwujud itungan
Kala semuanya dianggap saudara
Tak dibeda-bedakan
Selamat jalan smoga kau tulus iklas
Duren tiga, februari 05
RINDUKU Cipt : Acil
Malam semakin larut
Aku masih disini
Coba baca isyarat alam
Sambil kupetik gitar kayu
Senyumku usah kau ragu
Walau terasa sunyi
Dekat dengan gores tanganmu
Masih dalam ingatan waktu
Barangkali ini laguku
Untuk kelak jadikan rindu
Akan kusebut terus namamu
Dalam hening sarang indahmu
Hhohhohohoho
Rindu terbuka ini malam
Rindu terbuka untuk kawan
Rindu terbuka saat malam
(sampai tak terdengaR lagi tangisan
kusimpan dalam mimpiku)
Cireundeu, 2002.
Aku masih disini
Coba baca isyarat alam
Sambil kupetik gitar kayu
Senyumku usah kau ragu
Walau terasa sunyi
Dekat dengan gores tanganmu
Masih dalam ingatan waktu
Barangkali ini laguku
Untuk kelak jadikan rindu
Akan kusebut terus namamu
Dalam hening sarang indahmu
Hhohhohohoho
Rindu terbuka ini malam
Rindu terbuka untuk kawan
Rindu terbuka saat malam
(sampai tak terdengaR lagi tangisan
kusimpan dalam mimpiku)
Cireundeu, 2002.
RIBUT REBUT Cipt : Acil
Aku yang yang menyangkul
Aku yang menanam
Aku yang menyiram
Aku yang bekerja
Aku yang berkeringat
Aku yang membangun
Salahkah aku
Bila itu ku klaim jadi milikku
Tapi kenyataan yang ada tuan yang berkuasa
Aku yang di bawah
Aku yang di pinggir
Aku yang tak terlihat
Dimana ikhlasku
Harus kutempatkan dimana
Sementara orang dirumah teriak itu adalah milikku
Karena itu semua hasil jerih payahku
Ribut-ribut-ribut saling rebut
Rebut-rebut-rebut jadi ribut
Jagakarsa, juni 2005
Aku yang menanam
Aku yang menyiram
Aku yang bekerja
Aku yang berkeringat
Aku yang membangun
Salahkah aku
Bila itu ku klaim jadi milikku
Tapi kenyataan yang ada tuan yang berkuasa
Aku yang di bawah
Aku yang di pinggir
Aku yang tak terlihat
Dimana ikhlasku
Harus kutempatkan dimana
Sementara orang dirumah teriak itu adalah milikku
Karena itu semua hasil jerih payahku
Ribut-ribut-ribut saling rebut
Rebut-rebut-rebut jadi ribut
Jagakarsa, juni 2005
RA JADI BINTANG Cipt : Acil
Hari ini kumasih disini
Melukis sang surya
Esok juga masih tetap disini
Memahat sang waktu
Berharap mendapatkan bintang dilangit
Dengan seluruh jiwa
Tuk menjawab sejuta Tanya dihati
Dalam hasrat
Aaaaa
Semua ingin menjadi raja
Berkuasa diatas tahta
Semua ingin mendapatkan cinta
yang terindah
aaaaa
berdesakan dijalan menuju masa depan
berdesakan di lapang berharap mendapatkan bintang
bukan bukan bukan bukan itu
yang kuharapkan darimu
bukan bukan bukan itu
yang kuinginkan ikhlasmu..
Cireundeu, 2003.
Melukis sang surya
Esok juga masih tetap disini
Memahat sang waktu
Berharap mendapatkan bintang dilangit
Dengan seluruh jiwa
Tuk menjawab sejuta Tanya dihati
Dalam hasrat
Aaaaa
Semua ingin menjadi raja
Berkuasa diatas tahta
Semua ingin mendapatkan cinta
yang terindah
aaaaa
berdesakan dijalan menuju masa depan
berdesakan di lapang berharap mendapatkan bintang
bukan bukan bukan bukan itu
yang kuharapkan darimu
bukan bukan bukan itu
yang kuinginkan ikhlasmu..
Cireundeu, 2003.
POTRET Cipt : Acil
Anak telanjang kaki telanjang
Detak jantungnya seirama dengan kehidupan
Menari bernyanyi dipersimpangan
Anak jalanan mencari uang
Denyut nadinya marah pada hitam keadaan
Menari bernyanyi bagai seniman
Keras raut wajahmu
Sekeras jeritanmu
Aku hanya bisa ungkapkan
Tak pernah bisa turun tangan
Karena memang bukan pahlawan
Yang bisa menjadi superman
Aku hanya bisa menangis
Saksikan nasib bangsaku
Tertindas dan teriris-iris
Dibawah kapital yang bengis
Cempaka Putih, 2002.
Detak jantungnya seirama dengan kehidupan
Menari bernyanyi dipersimpangan
Anak jalanan mencari uang
Denyut nadinya marah pada hitam keadaan
Menari bernyanyi bagai seniman
Keras raut wajahmu
Sekeras jeritanmu
Aku hanya bisa ungkapkan
Tak pernah bisa turun tangan
Karena memang bukan pahlawan
Yang bisa menjadi superman
Aku hanya bisa menangis
Saksikan nasib bangsaku
Tertindas dan teriris-iris
Dibawah kapital yang bengis
Cempaka Putih, 2002.
Langganan:
Postingan (Atom)