Jumat, 16 April 2010

YOGYAKARTA Cipt : Acil

Berjalan pelan naik sepeda kumbang
Keliling kota kunjungi kawan-kawan
Tenang….tenang nian
Santai….santai nian

Begitu nyaman nongkrong diangkringan
Nasi dan gorengan tambah kopi hitam
mmmm…nikmat nian
mmmm…nyaman nian

*semua rasa kami juga
yang pernah bersamamu
semua rasa kami juga
ramah tamah senyumanmu

untukmu jogjakarta…untukmu..

terimakasih jogja atas ruang yang ada
untuk tetap disini dalam ruang imagi
terimakasih jogja kau beri aku nafas
nafas dari segala geliat para pengabdi

kukayuh lagi sepeda pinjaman
lihat pameran pameran lukisan
para….. para seniman
dari berbagai kalangan

back to*

jogjakarta pagi hari
jogjakarta siang hari
jogjakarta sore hari
jogjakarta malam hari
jogjakarta dini hari

Cawang, 14 feb 2004

YO! MINUM KOPI Cipt : Acil

Dirumah dan dikantor hanya marah-marah
Membuat telinga semakin memerah
Garis keras wajah merenggut tak ceria
Padahal umurmu belum begitu tua

Kalau bicara lagaknya seorang bos besar
Dalam otakmu hanyalah uang semata
Suruh sana-suruh sini bagai penguasa
Jari telunjuk menodong tanpa ada makna

Santailah sedikit
Jangan marah-marah
Kalau marah-marah
Nanti cepat pergi

Sayangilah diri
Jangan marah lagi
Nanti cepat mati
Hidup hanya sekali ini
Yo nikmati..

Hai bapak setengah tua
Singgahlah disini
Mari hadapi hari ini
Dengan sedikit minum kopi
Walau basi


Cireundeu, 3 Agustus 2002

WANITA IMPIAN MALAM Cipt : Acil

Pagi datang lambat kuhisap udaranya
Hampir siang masih dalam gendongan lelap
Engkau datang tadi malam dalam tidurku
Senyum senang menyapa halus imagiku

Ya… wanita impian malam
Datanglah segera kesini
Bukan cuma dalam bayangan
Bagusnya dalam kenyataan

Kata manis keluar dari bibir manis
Sumpah janji beri aku minuman lagi

Ya… jangan cuman kasih mimpi
Ya .. coba beri aku bukti
Agar tetap tinggal disini
Bersama kita pijak bumi
Bersama kita bangun lagi
Bersama kita hidup lagi

Cawang, Des 2003.

WALAU Cipt acil

Walau bumi terbelah dua
Walau hujan tak berhenti
Walau angin tak bicara
Walau pijak tak terarah

Rahasia tak lagi rahasia
Kehilangan lagi tak dipersoalkan

Ada kamu disisiku
ada jiwa padat cinta

Aku butuh kamu tidak sekedarnya
Aku butuh kamu segalanya

Sentuh tangan dipundaku
Cukup jadi alasanku
Untuk tau rahasiamu
Walau sebagian saja


Lenteng Agung Juni 2005

WAJAR SAJA Cipt : Acil

Seperti pasir dipantai
Menuruti ombak
Kemanapun kau pergi
Ikuti langkah kaki
Dengan sederhana
Tak ada yang istimewa

nanananananananana
nanananananananana

lagu lama tetap terdengar
riuh rendah diantara lagu muda yang terus terus berdatangan
lagu muda yang bergelora
bagai ombak ditengah samudra yang terus bergarak tanpa berhenti

heyayaya
heyayaya

menggantikan cerita lama dengan cerita yang baru
wujud dan waktu yang pasti akan selalu berbeda

rupa dan warna waktu terus berputar tak henti menemani


Cawang 5 okt , 2003.

UNTUKMU UNTUKU Cipt : Acil

Ceriaku untukmu
Ceriamu untuku
Ceriakan padaku
Tentang semua ceriamu

Ceritaku untukmu
Ceritamu untuku
Ceritakan padaku
Tentang semua ceritamu


Kudakularikudakuluka
Kudakidakisudahkuduga
Kudakudakuuratkakiku
kurangkuatkurangcepat

nyanyianku untukmu
nyanyianmu untuku
kunyanyikan untukmu
kubernyanyi kepadamu

teriaku untukmu
teriakmu untuku
teriakan padaku
tentang sluruh teriakmu

Cireundeu, 09 2002

TINGGAL CERITA Cipt : Acil

Ombak dan pasir saling bersentuhan
Nyanyikan tarian alam
Buih-buih bergerak pelan
Bawakan kabar samudra

Dan angin laut meniup lembut
Burung-burungpun terbang di awan

Anak nelayan bentangkan layarnya
Siap arungi samudra
Laju perahu sebentar melaju
Tinggalkan tanah sang ibu

Dan angin laut meniup lembut
Burung-burungpun antar kau pergi


Namun semua hanya tinggal cerita
Dongeng kala kita sedang berduka
Dari para penguasa surga-surga dunia
Untuk penuhi kantong mereka


Cireundeu 2001

TEKAN REDAM Cipt : Acil

Tekan memang harus ditekan
Segala bentuk keinginan
Kalau hanya untuk jadi pemenang
Atau mencari kesenangan

Redam memang harus diredam
Segala bentuk dendam
Kalau hanya ciptakan kehancuran
Menjadikan sebagian korban

Langitku semakin merah
Hutanku terbakar amarah
Bumiku semakin sempit
Udara terasa sesak

Tiada lagi pohon
Tiada lagi daun
Semua telah sirna
Aaaaaa


mana langit untuk berteduh anak-anaku nanti
mana bumi untuk berpijak anak-anaku nanti
mana udara untuk dihisap anak-anaku nanti
mana air susu kehidupan untuk anak-anaku nanti


Crireundeu, juli 2002.

SUARA PRIBADI Cipt : Acil

Pada loncatan pikiran yang lain
Ada banyak jalan yang jadi pilihan
Siapa tuan siapa dewa yang patut dianut
Hanya suara pribadi yang beri jawaban

Berguru pada orang dan pengalaman
Sejarah dan kitab jadikan tuntunan
Siapa aku siapa kamu siapa dia
Hanya suara pribadi yang beri jawaban

Semua ada ruangnya
Semua ada garisnya
Semua punya warnanya
Semua punya kitabnya

Nananan nanananan nana

Yang tertindas di dalam harinya
Meneyebut berjuta nama dewa
Kembang dari pikiran
Menyentuh peradaban
Membuat perjanjian diri sendiri



Duren tiga, 2004

SUARA DARI LANGIT Cipt : Acil

Suara-suara dari langit
Bergelora keras memenuhi cakrawala

Lewat hujan lewat badai
Mungkin ingin katakan bahwa jalan kita salah

Akan ada berita dari langit hampiri
Gerak-gerik kehidupan didunia sementara
Sebatas waktu yang dijanjikan

Saat langit hitam gelap berarak
Menyelimuti
Riak gelombang kesombongan manusia di dunia
Berperang demi keyakinan


Dan para malaikat berbondong-bondong
Dendangkan lagu-lagu peringatan
Dan para malaikat berbondong-bondong
Saksikan berjuta-juta kerusakan


Cireundeu 2002

SONETA BUAT de MILO Cipt : Acil Gubahan : Pablo Neruda

Kutak cinta kamu seperti mawar putih
Atau batu topaz
Ataupun seperti panah api yang dilepaskan

Kucinta kamu seperti kegelapan
Yang rindu untuk dicintai
Dalam rahasia antara bayangan dan jiwa

kucinta kamu seperti tanaman tak bersemi
namun tersirat dirinya
menyimpan cahaya bunga yang tersembunyi

berkat cintamu sebuah wujud keharuman
bangkit dari bumi bersemayam didalam ragaku

kucinta kamu tanpa tau alasanya
sejak kapan atau dari mana
kucinta kamu dengan sederhana
tanpa kerumitan atapun kesombongan

begitulah aku mencintaimu
karna aku tau tiada jalan lain
selain ini, jika aku tak ada
maka kaupun tak ada

begitu dekatnya hingga tanganmu
yang berada didadaku adalah tanganku
begitu dekatnya hingga matamu terpejam
dan akupun tertidur

disini diruang kerinduan sukmaku
dan berikan aku satu kata terserah kau!


Cawang, 03.

SIKLUS Cipt : Acil

Kumbang-kumbang berterbangan
Mencari madu bunga
Bunga-bunga tebarkan wangi
Jerat hidung sang kumbang

Aaa kehidupan
Aaa terus berputar

Adam dan hawa tawarkan cerita
Problema dunia
Ada tangisan ada senyuman
Disetiap cerita

Aaa kehidupan
Aaa terus berputar

Reff:
Setiap insan punya rasa cinta
Namun kadang sering lupa

Cireundeu, 2001.

SAYAP ELANG Cipt : Acil

Saat itu kudengar suaramu
Bebas keras dan lepas
Binar mata tajam semangat
Bagai elang terbang lepas

Tak ada cerita pilu
Membungkus hatimu
Tak ada rasa takut
Mengikat hatimu
Sayapmu dewiku
Cintaku …… untukmu

Terbang lepas jauh diangkasa
Samudra biru luas kau lewat

*Smangat hidupmu
Jadikan temanku

Hari ini kau berdiri lagi tepat didepan pintuku
Ceria menyapa wajahmu
Tetap seperti yang dulu

Tak ada yang berubah dengan mu
Bahkan semangatmu
Makin besar mengalahkan garis usiamu

Bak to*

Cireundeu, 2 feb 2004

SATU Cipt : Acil

Satu suara ….kau ada disana
Satu suara…..ku ada disini
Menyebut satu nama
Dalam setiap doa

Yang dibarat dan yang ditimur
Sama-sama melantunkan cinta
Diutara dan selatan
Juga sama mengagungkan cinta


Reff :
Satu nama satu kata satu suara
Satu cerita satu doa satu makna


Cireundeu, 09 2002.

SAKSI HITAM Cipt : Acil

Tubuh-tubuh hitam
Bergelimpang gampang
Bercampur dengan tumor-tumor penghianatan

Tubuh-tubuh hangus terbakar
Menjadi saksi sejarah hitam negeriku

…….kalau sudah begini….
Siapa yang mesti disalahkan
Siapa yang harus jadi kambing hitam
Semua nampak sah-sah saja

Reff:
Cuma karena beda alasan
Harus terjadi peperangan
Saling sikut saling serang
Saling membinasakan

Cuma karena beda alasan
Harus korbankan nyawa orang
Membunuh jadi keyakinan
Merusak jadi kepentingan

Perahu layarku tiang benderanya sedang rapuh
Ooo perahu layarku badai terus menghantam terus menghadang

Perahu layarku tiang benderanya semakin rapuh
Ooo perahu layarku tenang-tenanglah

Cireundeu, 2002.

SAKSI (Untuk Aceh) Cipt : Acil

Duduk disini dipinggir angin
Ingin kugapai tangan-tangan yang hilang

Kucoba tawar dengan niatku
Pergi kesana lewat hatiku

Seorang kawanku , pamit kesana
Menuju pulau dermaga segala berita



Ditanah yang terguncang
Kau buat kesepakatan
Dengan nurani yang terlatih untuk peduli

Smoga kawan yang hadir
Bersama tanah yang terguncang
Tetap tegar dalam hati yang penuh ikhlas

Bukan lagi berwujud itungan
Kala semuanya dianggap saudara
Tak dibeda-bedakan
Selamat jalan smoga kau tulus iklas

Duren tiga, februari 05

RINDUKU Cipt : Acil

Malam semakin larut
Aku masih disini
Coba baca isyarat alam
Sambil kupetik gitar kayu

Senyumku usah kau ragu
Walau terasa sunyi
Dekat dengan gores tanganmu
Masih dalam ingatan waktu

Barangkali ini laguku
Untuk kelak jadikan rindu
Akan kusebut terus namamu
Dalam hening sarang indahmu

Hhohhohohoho

Rindu terbuka ini malam
Rindu terbuka untuk kawan
Rindu terbuka saat malam

(sampai tak terdengaR lagi tangisan
kusimpan dalam mimpiku)

Cireundeu, 2002.

RIBUT REBUT Cipt : Acil

Aku yang yang menyangkul
Aku yang menanam
Aku yang menyiram

Aku yang bekerja
Aku yang berkeringat
Aku yang membangun


Salahkah aku
Bila itu ku klaim jadi milikku
Tapi kenyataan yang ada tuan yang berkuasa

Aku yang di bawah
Aku yang di pinggir
Aku yang tak terlihat

Dimana ikhlasku
Harus kutempatkan dimana
Sementara orang dirumah teriak itu adalah milikku
Karena itu semua hasil jerih payahku

Ribut-ribut-ribut saling rebut
Rebut-rebut-rebut jadi ribut



Jagakarsa, juni 2005

RA JADI BINTANG Cipt : Acil

Hari ini kumasih disini
Melukis sang surya
Esok juga masih tetap disini
Memahat sang waktu

Berharap mendapatkan bintang dilangit
Dengan seluruh jiwa
Tuk menjawab sejuta Tanya dihati
Dalam hasrat
Aaaaa

Semua ingin menjadi raja
Berkuasa diatas tahta
Semua ingin mendapatkan cinta
yang terindah
aaaaa


berdesakan dijalan menuju masa depan
berdesakan di lapang berharap mendapatkan bintang

bukan bukan bukan bukan itu
yang kuharapkan darimu
bukan bukan bukan itu
yang kuinginkan ikhlasmu..

Cireundeu, 2003.

POTRET Cipt : Acil

Anak telanjang kaki telanjang
Detak jantungnya seirama dengan kehidupan
Menari bernyanyi dipersimpangan

Anak jalanan mencari uang
Denyut nadinya marah pada hitam keadaan
Menari bernyanyi bagai seniman

Keras raut wajahmu
Sekeras jeritanmu

Aku hanya bisa ungkapkan
Tak pernah bisa turun tangan
Karena memang bukan pahlawan
Yang bisa menjadi superman

Aku hanya bisa menangis
Saksikan nasib bangsaku
Tertindas dan teriris-iris
Dibawah kapital yang bengis

Cempaka Putih, 2002.